Singaraja. Rabu, 14 Januari 2026 pada hari terakhir perayaan Dies Natalis ke-33, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyelenggarakan sebuah talkshow inspiratif dengan mengusung tema “Generasi Muda sebagai Pilar Utama Menuju Indonesia Emas”. Acara ini menghadirkan Cinta Laura, sosok multitalenta yang dikenal sebagai aktris, penyanyi, aktivis sosial, serta figur publik yang konsisten menyuarakan pentingnya pendidikan dan pengembangan karakter generasi muda.
Talkshow yang berlangsung pukul 09.00 sampai 12.00 WITA tersebut bertempat di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha dan dihadiri oleh mahasiswa Undiksha, dosen, tamu undangan dari SMA/SMK se-kota Singaraja, serta masyarakat umum. Sepanjang acara, Cinta Laura secara aktif berdialog dan menjawab berbagai pertanyaan dari mahasiswa, MC, hingga para pelajar SMA/SMK dengan gaya komunikasi yang lugas, reflektif, dan relevan dengan realitas generasi muda saat ini.
Topik yang dibahas sangat beragam, mulai dari peran dan tantangan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan, pandangan kritis terhadap makna kuliah yang tidak semata-mata berorientasi pada ijazah, hingga tips bagi generasi muda dalam mengenali potensi diri, menemukan jati diri, serta memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar tanpa hanya mementingkan personal branding di media sosial.
Salah satu diskusi yang paling menarik perhatian peserta adalah pandangan masyarakat yang menganggap kuliah hanya sebagai sarana untuk memperoleh ijazah. Menanggapi hal tersebut, Cinta Laura menegaskan bahwa nilai pendidikan tidak berhenti pada capaian akademik semata. Ia memperkenalkan gagasan “good grade and real world value” yaitu pentingnya menyeimbangkan prestasi akademik dengan kemampuan nyata yang relevan dengan dunia kerja dan kehidupan sosial. Menurutnya, nilai yang baik memang penting tetapi akan menjadi sia-sia apabila tidak dibarengi dengan keterampilan berpikir kritis, empati, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi di dunia nyata.
Lebih lanjut, Cinta Laura juga mengkritisi pola pikir yang menempatkan pilihan safe majors tanpa mempertimbangkan problem I care about atau persoalan yang ingin diperjuangkan oleh mahasiswa. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak semata-mata memilih jurusan yang dianggap aman atau yang sedang populer, tetapi juga mempertimbangkan persoalan sosial dan isu yang benar-benar mereka pedulikan. Bagi Cinta Laura, generasi muda Indonesia emas adalah mereka yang berani mengaitkan pendidikan dengan misi hidup, sehingga ilmu yang dipelajari dapat menjadi solusi atas permasalahan nyata di masyarakat.
Dalam konteks peran mahasiswa di lingkungan kampus, Cinta Laura menyoroti pergeseran peran mahasiswa dari campus spectators menjadi agents of change. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton pasif yang sekadar datang ke kelas, belajar, lalu pulang tetapi cinta Laura ingin para mahasiswa ikut andil menjadi agen perubahan yang aktif, kritis, dan berkontribusi nyata. Kampus menurutnya adalah ruang aman untuk belajar gagal, bereksperimen, berorganisasi, serta membangun kepedulian sosial yang menjadi bekal penting untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045.
Seluruh pembahasan tersebut selaras dengan tema talk show yang dibawa Cinta Laura, yaitu menempatkan generasi muda sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Melalui pendidikan yang bermakna, kesadaran sosial, dan keberanian untuk berkontribusi, mahasiswa diharapkan tidak hanya sukses secara personal, tetapi juga mampu membawa dampak positif bagi masyarakat dan masa depan Indonesia.
Penulis:
-
Tim 8 Liputan Dies Natalis
- Nur Halisa











































