Singaraja – Sorak-sorai suporter yang menggema di GOR Atas Jineng Dalem kembali mewarnai pelaksanaan hari kedua lomba olahraga dalam rangka Dies Natalis ke-33 Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) pada Jumat (9/1/2026). Babak penyisihan futsal dan bola basket yang mempertemukan berbagai fakultas menghadirkan persaingan yang kompetitif, sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan dan antusiasme mahasiswa, meskipun kegiatan berlangsung di tengah masa libur semester.
Pada cabang lomba futsal, sejumlah fakultas kembali saling berhadapan sesuai dengan jadwal penyisihan hari kedua. Pertandingan Grup B yang mempertemukan tim dari Fakultas Teknik dan Kejuruan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, serta Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial menghadirkan dinamika permainan yang menarik, dengan tempo pertandingan yang cukup tinggi dan strategi yang beragam. Sistem pertandingan yang berlangsung beruntun menuntut kesiapan fisik dan mental dari masing-masing tim, sekaligus ketelitian panitia dalam mengatur alur pertandingan agar tetap berjalan tertib dan sesuai jadwal.
Sementara itu, babak penyisihan lomba bola basket juga berlangsung tidak kalah seru. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, dan Fakultas Bahasa dan Seni saling bertanding dalam rangkaian penyisihan. Setiap pertandingan menjadi ajang saling unjuk kemampuan antarfakultas, baik dari segi teknik permainan maupun kekompakan tim. Sorak-sorai suporter yang memenuhi tribun turut menambah semarak pertandingan dan memberikan energi tersendiri bagi para pemain di lapangan.
Di balik padatnya jadwal pertandingan, panitia pelaksana menghadapi tantangan tersendiri, terutama karena kegiatan Dies Natalis ke-33 Undiksha telah memasuki hari ketiga sejak pembukaan kegiatan. Ketua Panitia Pelaksana, I Gusti Ayu Saraswati, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama panitia adalah menjaga kelancaran mobilisasi dan keamanan suporter. “Tantangan yang terasa ada pada risiko perpindahan mobilisasi suporter dari kampus tengah ke sini, itu yang menjadi catatan dan evaluasi kami. Sejauh ini kondisi keamanan masih aman,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa padatnya jadwal di hari-hari berikutnya disiasati dengan pembagian tugas yang efisien agar panitia tidak kelelahan berlebihan dan tetap bekerja sesuai kebutuhan di lapangan.
Hal serupa disampaikan oleh Akmal, salah satu panitia, yang menyoroti tantangan pembagian jobdesk serta kejenuhan panitia akibat persiapan yang sudah berlangsung sejak bulan Desember. Menurutnya, rasa lelah dan jenuh diatasi dengan membangun rasa kebersamaan antarsesama panitia. “Kami biasanya membangun rasa kekeluargaan, saling bergantian istirahat, saling memotivasi, supaya tidak merasa menjalani kegiatan ini sendirian, tapi bersama-sama,” ungkapnya.
Antusiasme juga datang dari para mahasiswa yang hadir sebagai suporter. Ariska, mahasiswa Fakultas MIPA, menilai bahwa kegiatan ini menjadi sarana membangun sportivitas dan persaudaraan antarfakultas. “Walaupun ada yang kalah atau menang, semuanya bisa menerima dengan lapang dada dan tidak saling memprovokasi. Dari situ persaudaraan dan sportivitas itu tercermin,” ujarnya. Mahasiswa lain juga mengungkapkan bahwa selain kewajiban kehadiran, momen Dies Natalis menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama teman dan memberikan dukungan langsung kepada fakultas masing-masing.
Dengan dinamika pertandingan yang kompetitif, pengelolaan panitia yang semakin solid, serta antusiasme suporter yang tetap terjaga, babak penyisihan futsal dan bola basket di hari kedua Dies Natalis Undiksha ke-33 ini tidak hanya menjadi ajang olahraga semata. Kegiatan ini juga menjadi ruang temu antarfakultas yang mempererat persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, dan memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan kampus.
Penulis:
-
Tim 3 Liputan Dies Natalis 2026


















































